makalah psikologi umum mengenai modifikasi perilaku dari B.F Skinner
MAKALAH PSIKOLOGI UMUM
MODIFIKASI
PERILAKU MENURUT B.F SKINNER

NAMA : MELYSA
NPM :
16514589
KELAS :
1PA 16
NAMA
DOSEN : ARSI BINAWATI, SPSI
KELOMPOK
: 11 (MODIFIKASI PERILAKU)
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
BEKASI 2014
1. BIODATA TOKOH :
Biografi B.F. Skinner
Burrhus Frederic skinner (B.F. Skinner)
lahir di Susquehanna, Pennsylvania, pada tanggal 20 Maret 1904. Ia merupakan
anak pertama dari pasangan William Skinner dan Grace Mange Burrhus Skinner.
Ayahnya adalah seorang pengacara dan seorang politisi, sedangkan Ibunya adalah
seorang Ibu rumah tangga. Skinner tumbuh dalam suasana dan lingkungan yang
nyaman, bahagia, dan dengan derajat ekonomi keluarga menengah ke atas. Orang
tuanya menerapkan nilai-nilai kesederhanaan, kebaktian, kejujuran, dan kerja
keras dalam menjalani kehidupan. Keluarga skinner adalah orang-orang gereja,
namun Freud (B.F skinner) pernah hampir kehilangan kepercayaan terhadap agama
ketika masih duduk di bangku sekolah menengah. Dan kemudian ia tidak
menjalankan atau mengikuti agama apapun.
Ketika berusia 2 setengah tahun,
adiknya, Edward yang biasa disapa Ebbie lahir. Freud merasa bahwa adiknya lebih
disayang oleh kedua orang tuanya. Namun, ia tidak merasa kehilangan kasih
sayang dari kedua orang tuanya. Pada tahun pertama Freud di perguruan tinggi,
adiknya, Ebbie meninggal dunia. Sejak saat itu kedua orang tuanya menjadi
progresif dan sulit memberikan izin kepada Freud untuk bepergian. Mereka
menginginkan Freud menjadi anak rumahan “The
Family Boy” saja. Dengan sungguh-sungguh kedua orang tuanya sukses
menjalankan kewajiban dengan menjaga kestabilan keuangan freud, bahkan hingga
ia menjadi seorang psikologi terkemuka di Amerika.
Pada tahun pertama, Skinner tertarik
untuk menjadi seorang penulis profesional, dengan tujuan atau cita-citanya
mempublikasikan Walden Two ketika ia
mulai berusia 40 tahun. Ketika Skinner tamat dari sekolah menengah, keluarganya
pindah ke Scranton, Pennsylvania. Dan hampir dengan seketika Skinner masuk ke
Peguruan Tinggi Hamilton, sebuah sekolah kesenian liberal di Clinton, New York.
Setelah mendapatkan gelar sarjana muda di Inggris, Skinner menyadari ambisinya
untuk menjadi seorang penulis yang kreatif.
Skinner memberi tahu ayahnya bahwa ia
berkeinginan untuk menghabiskan waktu
satu tahun dengan tanpa bekerja di rumah kecuali menulis. Dengan alasan akan
kebutuhan untuk membangun/membentuk kehidupan, ayahnya (William Skinner) dengan
terpaksa mendukung skinner selama satu tahun ini, dengan kondisi atau
alternatif skinner akan mendapatkan pekerjaan yang lain jika karir menulisnya
tidak sukses. Namun, datang sebuah surat pemberi harapan dari Robert Frost,
dengan suratya ia memberikan harapan kepada Skinner untuk menjadi seorang
penulis karena ia telah membaca tulisan-tulisan Skinner.
Skinner pun kembali ke rumah orang
tuanya di Scranton, belajar di loteng dan mulai menulis dari pagi hari. Namun,
usahanya tidak produktif karena ia malah tidak memiliki ide untuk disampaikan
dan dituangkan dalam tulisan-tulisannya. Hingga satu tahun itu disebut sebagai
“Tahun Kegelapan” bagi Skinner. Tahun kegelapan tersebut memberikan gambarana
akan kuatnya kebimbangan identitas hidup Skinner, dan ini bukanlah kirisis
identitas yang terakhir bagi Skinner.
Di akhir tahun kegelapannya yang
berlangsung selama 18 bulan, Skinner dihadapi dengan permintaan untuk mencari
pekerjaan baru. Psikologi pun memberinya isyarat. Setelah membaca beberapa
karya Watson dan Pavlov, ia memutuskan untuk menjadi seorang behavioris. Ia pun
tidak pernah ragu terhadap keputusannya tersebut dan dengan kesungguhan hati
menerjunkan dirinya ke dalam behaviorisme radikal.
Meskipun Skinner tidak pernah mengambil
pendidikan sarjana psikologi, Harvard menerimanya sebagai mahasiswa lulusan
psikologi. Setelah mendapatkan gelar PhD pada tahun 1931, Skinner menerima
beasiswa dari Dewan Penelitian Nasional untuk melanjutkan penelitian
laboratoriumnya di Harvard. Skinner pun menjadi pecaya diri dengan identitasnya
sebagai seorang behavioris. Ia juga membuat garis besar cita-cita/tujuannya
dalam 30 tahun ke depan. Dalam rencananya, Skinner juga terus mengingatkan dirinya untuk benar-benar
taat dan sungguh-sungguh dalam mendalami metodologi behavioristik. Di tahun
1960, Skinner telah berhasil mewujudkan fase terpenting dalam rencananya.
Pada tahun, 1936, Skinner mulai
mendapatkan posisi atau kedudukan pada pengajaran dan penelitian di Universitas
Minnesota. Sesaat setelah pindah ke Minneapolis, ia memiliki seorang kekasih
dengan masa pacaran yang pendek dan tidak menentu. Hingga ia kemudian menikah
dengan Yvonne Blue. Skinner mempunyai 2 orang anak, yaitu Julie yang lahir pada
tahun 1938 dan Deborah (Debbie) yang lahir pada tahun 1944. Dalam
tahun-tahunnya di Minnesota, Skinner menerbitkan buku pertamanya yang berjudul The Behavior of Organisms (1938).
Di usiannya yang ke-40 tahun, Skinner
masih bergantung kepada bantuan keuangan dari ayahnya untuk berjuang dalam
ketidak berhasilannya menulis buku mengenai perilaku lisan (Behavior Verbal). Karena ia tidak
sepenuhnya terlepas dari “Tahun Kegelapan” dalam 20 tahun pertama. Meski
Skinner menjadi sukses dan menjadi seorang behavioris terkemuka, ia lamban
dalam mengatur dan menghasilkan keuangannya sendiri. Dengan model kekanak-kanakan,
ia mengijinkan orang tuanya untuk membayar mobil, liburan, pendidikan
anak-anaknya di sekolah, bahkan rumah untuk keluarganya.
ketika Skinner masih menuntut ilmu di
Universitas Minnesota, ayahnya memberikan penawaran kepada Skinner, bahwa ia
akan membayar gaji sekolah musim panasnya jika ia terlebih dahulu mengajar
selama musim panas dan membawa istri serta kedua anaknya ke Scranton. Skinner
pun menerima tawaran dari ayahnya untuk pindah ke Scranton serta untuk kembali
menulis. Namun, buku yang ia tulis masih belum dapat diselesaikan juga hingga
beberapa tahun mendatang.
Pada tahun 1945, Skinner meninggalkan
Minnesota untuk mengetuai/mengepalai sebuah Departemen Psikologi di Universitas
Indiana, sebuah pilihan yang menjadikannya lebih frustasi karena tugas-tugas
administifnya menjemukan, ditambah Skinner belum merasakan pengetahuan dan
pengalaman akan psikologi itu sendiri. Namun, istrinya memiliki perasaan atau
anggapan yang bertentangan dengan Skinner. Ia beranggapan bahwa meskipun
begitu, krisis pribadi Skinner akan segera berkahir dan karir profesionalnya
pun akan datang.
Pada liburan musim panas tahun 1945,
Skinner menulis Wolden Two, sebuah
novel khayalan yang menggambarkan sebuah masyarakat sosial dengan permasalahan
dalam penyelesaian masalah yang berhubungan dengan perilaku ahli teknik.
Meskipun tidak diterbitkan hingga 1948, bukunya disajikan oleh penulis dengan
terapi langsung dalam bentuk emotional
catharsis. Hingga akhirnya Skinner dapat belajar dari kegagalan menuju
kemahiran selama tauhn kegelapannya, yaitu 20 tahun.
2. APA YANG
DIBAHAS DAN DIKEMBANGKAN :
TEORI
BELAJAR PRILAKU
KONDISIONING
OPERAN B.F SKINNER
Banyak teori tentang belajar
yang telah berkembang mulai abad ke 19 sampai sekarang ini. Pada awal abad
ke-19 teori belajar yang berkembang pesat dan memberi banyak sumbangan terhadap
para ahli psikologi adalah teori belajar tingkah laku (behaviorisme)
yang awal mulanya dikembangkan oleh psikolog Rusia Ivan Pavlav (tahun
1900-an) dengan teorinya yang dikenal dengan istilah pengkondisian klasik (classical
conditioning) dan kemudian teori belajar tingkah laku ini dikembangkan oleh
beberapa ahli psikologi yang lain seperti Edward Thorndike, B.F Skinner dan
Gestalt.
Teori belajar
behaviorisme ini berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati.
Pengulangan dan pelatihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat
menjadi kebiasaan. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori behavioristik ini
adalah terbentuknya suatu perilaku yang diinginkan. Perilaku yang diinginkan
mendapat penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan
negatif. Evaluasi atau Penilaian didasari atas perilaku yang tampak. Dalam
teori belajar ini guru tidak banyak memberikan ceramah,tetapi instruksi singkat
yang diikuti contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi.
Di awal abad 20
sampai sekarang ini teori belajar behaviorisme mulai ditinggalkan dan
banyak ahli psikologi yang baru lebih mengembangkan teori belajar kognitif
dengan asumsi dasar bahwa kognisi mempengaruhi prilaku. Penekanan kognitif
menjadi basis bagi pendekatan untuk pembelajaran. Walaupun teori belajar tigkah
laku mulai ditinggalkan diabad ini, namun mengkolaborasikan teori ini dengan
teori belajar kognitif dan teori belajar lainnya sangat penting untuk
menciptakan pendekatan pembelajaran yang cocok dan efektif, karena pada
dasarnya tidak ada satu pun teori belajar yang betul-betul cocok untuk
menciptakan sebuah pendekatan pembelajaran yang pas dan efektif.
Dalam makalah ini
akan dibahas sebuah teori belajar dari aliran behaviorisme yaitu teori belajar
kondisioning operan B.F Skinner yang terdiri dari beberapa hal yaitu:
- Sejarah munculnya teori kondisioning operan B.F Skinner.
- Kajian umum teori B.F Skinner.
- Aplikasi teori skinner terhadap pembelajaran.
- Analisis perilaku terapan dalam pendidikan
- Kelebihan dan kekurangan teori skinner
SEJARAH
MUNCULNYA TEORI KONDISIONING OPERAN B.F SKINNER
Asas pengkondisian operan B.F Skinner
dimulai awal tahun 1930-an, pada waktu keluarnya teori S-R. Pada waktu
keluarnya teori-teori S-R. pada waktu itu model kondisian klasik dari Pavlov
telah memberikan pengaruh yang kuat pada pelaksanaan penelitian.
Istilah-istilah seperti cues (pengisyratan), purposive behavior (tingkah
laku purposive) dan drive stimuli (stimulus dorongan) dikemukakan untuk
menunjukkan daya suatu stimulus untuk memunculkan atau memicu suatu respon
tertentu.
Skinner tidak
sependapat dengan pandangan S-R dan penjelasan reflex bersyarat dimana stimulus
terus memiliki sifat-sifat kekuatan yang tidak mengendur. Menurut Skinner
penjelasan S-R tentang terjadinya perubahan tingkah laku tidak lengkap untuk
menjelaskan bagaimana organisme berinteraksi dengan lingkungannya. Bukan
begitu, banyak tingkah laku menghasilkan perubahan atau konsekuensi pada
lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap organisme dan dengan begitu
mengubah kemungkinan organisme itu merespon nanti.
Asas-asas
kondisioning operan adalah kelanjutan dari tradisi yang didirikan oleh John
Watson. Artinya, agar psikologi bisa menjadi suatu ilmu, maka studi tingkah
laku harus dijadikan fokus penelitian psikologi. Tidak seperti halnya
teoritikus-teoritikus S-R lainnya, Skinner menghindari kontradiksi yang
ditampilkan oleh model kondisioning klasik dari Pavlov dan kondisioning
instrumental dari Thorndike. Ia mengajukan suatu paradigma yang mencakup kedua
jenis respon itu dan berlanjut dengan mengupas kondisi-kondisi yang bertanggung
jawab atas munculnya respons atau tingkah laku operan.
KAJIAN UMUM TEORI B.F SKINNER
Inti dari teori
behaviorisme Skinner adalah Pengkondisian operan (kondisioning operan).
Pengkondisian operan adalah sebentuk pembelajaran dimana
konsekuensi-konsekuensi dari prilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas
prilaku itu akan diulangi. Ada 6 asumsi yang membentuk landasan untuk
kondisioning operan (Margaret E. Bell Gredler, hlm 122). Asumsi-asumsi itu
adalah sebagai berikut:
- Belajar itu adalah tingkah laku.
- Perubahan tingkah-laku (belajar) secara fungsional berkaitan dengan adanya perubahan dalam kejadian-kejadian di lingkungan kondisi-kondisi lingkungan.
- Hubungan yang berhukum antara tingkah-laku dan lingkungan hanya dapat di tentukan kalau sifat-sifat tingkah-laku dan kondisi eksperimennya di devinisikan menurut fisiknya dan di observasi di bawah kondisi-kondisi yang di control secara seksama.
- Data dari studi eksperimental tingkah-laku merupakan satu-satunya sumber informasi yang dapat di terima tentang penyebab terjadinya tingkah laku.
3. B.F SKINNER TIDAK DIPENGARUHI OLEH
TOKOH LAINNYA.
4. FOTO TOKOH
5. REFRENSI
aliranim.blogspot.com
http//filsafat.kompasiana.com./2010/11/01/mengenai
aliran aliran psikologi
Komentar
Posting Komentar